Senyum Tulus Darimu
Pagi ini ku bergegas berangkat sekolah, di sekolah menengah pertama negeri favorit disalah satu kota di Indonesia tepatnya dipulau Jawa Tengah, 15 Juli 2014 adalah hari pertama ku masuk ke SMP, aku dapat kelas paling akhir dilantai atas, ketika istirahat aku mendapati sahabatku sesekolah dasar yang masuk SMP yang sama denganku, ternyata kelas kita berdekatan, ia bersama seorang lelaki tampan, pandangannya setia kepada salah satu bangunan, ia tampak gagah dan rupawan dengan batik orange, sedangkan aku dan sahabatku mengenakan batik biru putih yang senada, pandanganku tak lepas dari lelaki berbatik orange tersebut, aku pernah melihatnya, aku merasa aneh karena merasa telah mengenalnya lama sekali. Padahal aku baru saja bertatapan mata dengannya, dengan sigap ku memanggilnya entahlah siapa namanya aku ingin sekali mendengar suaranya "Hey!" hanya sepatah kata yang ku ucapkan ditengah keramaian dengan cepat dia menoleh ke arahku, semakin jelas ku melihat wajah rupawannya. dan aku berkata dengan percaya diri, "Apakah kau mengenalku? *ku sebut nama lengkap ku*, dia terhentak kemudian terdiam, ketika dia akan mengucapkan sesuatu, aku memotongnya dan melihat nama dadanya ku dapati nama tersebut. Aku berkata padanya aku pernah mengenalmu melalui pesan singkat, "Tunggu dulu, pesan singkat? sms apa yang ku kirimkan padamu?"(tanyanya dengan heran), "Kau yang sms aku terlebih dahulu dan kau cukup mengenalku, begitu juga aku" (jawabku), dan lelaki itu berkata "Ooh yaa aku ingat kau pacar sahabatku", "Apa sahabatmu siapa?"(aku terkejut mendengarnya), disebutlah nama lelaki yang ia kira pacarku, dan aku hanya tertawa geli dan menegaskan padanya "Hey, aku ini tak pernah menjadi pacarnya sedetik pun", dia terheran dan berkata "Sahabatku memberiku nomermu,dan ia bilang kau adalah pacarnya", aku membantah lalu aku bertanya bahwa namanya itu cuma satu-satunya di sekolah dasarnya atau tidak. Dia bilang hanya aku lah yang bernama (ia sebut namanya), dan dia bilang ternyata kau benar-benar (ia sebut namaku) dan kami akhirnya bercanda gurau, layaknya sahabat karib, singkat saja aku mulai jatuh hati padanya, dan aku pun mendapatkan nomer hp nya, dan setiap malam hp ku selalu penuh sms nya, dia menjadi sahabatku masa itu, baru kali ini ku temukan lelaki yang menyambahi ruang hatiku, dia berbeda dia sangat istimewa, kami lalui suka duka bersama, dan ketika aku menangis dia mengajariku tersenyum, tidak senyum biasa, dia lelaki pertama dari sekian lelaki yang ku jumpai yang benar-benar mengajari tersenyum dengan tulus, dengan kelegaan hati, yang bisa membuatku tenang apalagi ketika memandangnya tersenyum, sedih ku pun hilang seketika sampai sekarang obat luka hati ketika aku jauh dari cengkrama keluarga yang paling subhanallah cuma memandang fotonya yang tersenyum ataupun melihatnya tertawa bahagia, dan tersenyum tulus dengan nyata diatas bumi dibawah langit ini. SubhanaAllah =)

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda