Sabtu, 17 Januari 2015

Angin berlalu Menyampaikan Pesan

 Assallamuallaikum
Disini ku selalu mencintaimu, mencintai semua yang ada pd dirimu, hanya dirimulah yang ada direlung hatiku
Bertahan melawan sepi berteduh menahan luka bersujud hanya kepadanya Allah swt
Bagiku kaulah yang terbaik terindah dimataku saat ini, detik ini tetap ku pertahankan rasa ini
Meski mereka bilang "Pergilah menjauhlah tinggalkanlah dia, kasihanlah pada perasaanmu yang bertahan menunggu pangeran berkuda putih itu! Tak lelah kah dirimu? entah dia akan menjemputmu atau hanya berlalu meninggalkanmu"
Tapi aku tetap percaya Allah itu maha adil, dan jika engkau baik untukku maha cinta kan menyatukan namun, bila engkau buruk untukku maha cinta kan menjauhkan
Mereka berbisik "Dia tak pantas mendapatkan wanita setulus engkau" aku berkata tapi dia lah yang mengajariku tulus mencinta.
Mereka berkata "Kau terlalu baik untuknya" tapi aku menjawab dia lah yang membuatku jadi jauh lebih baik
Mereka terus menerka "Kau ini bodoh! kau hanya buang-buang waktu untuk rela menunggunya menunggu sesuatu yang belum pasti, parasmu membuat banyak laki-laki jatuh cinta", aku tersenyum dan berkata aku tak perduli karena dia lah yang mengajariku mencinta dengan apa adanya bukan ada apanya
Mereka bilang "Tapi itu dulu saat kau masih dengannya sudahlah lupakan dia!" aku tetap tersenyum dan bilang biarlah ku tak perduli ku yakin cintaku itu dia. Agamamu terlalu dahsyat untuknya, karena itulah karena dia aku mencintai agamaku sangat dahsyat
"Jika dia pantas kau perjuangkan, lalu apa alasanya? jika dia sudah tak lagi menyayangimu. Jika dia terbaik terindah untukmu mengapa dia meninggalkanmu ketika kamu sedang sangat mencintai bahkan menyayanginya? Allah itu maha adil dia menjauhkanmu dengannya, karena dia tak pantas untukmu, jika dia mengajarimu tulus mencinta tak sepatasnya dia mengingkari janji cintanya. jika dia membuatmu jadi jauh lebih baik dia tak akan biarkanmu menunggu. jika dia mengajarimu mencinta dengan apa adanya, seharusnya dia berada berdampingan denganmu sekarang, dan jika karenanya kau mencintai agamamu sangat dahsyat, dia tak akan mendustaimu!
Aku terdiam,termenung, hingga meneteskan air mata. Mungkin dia tak pantas ku perjuangkan, banyak lelaki diluar sana, dan bahkan Allah tlah menyiapkan satu untukku selamanya, Keep Moving On and Stay Single, kau punya hak mencintai dan dicintai tapi jangan lah kamu menunggu hal yang tak pasti, raihlah prestasimu, gapai cita-citamu sampai ke negeri cina, jodohmu sudah diatur Allah swt janganlah engkau pusing memikirkannya, dan janganlah engaku coba pacaran" sesungguhnya itu mendekati zina " dan zina berat dosanya
Wassalam

Selasa, 06 Januari 2015

Sebuah Nama Sebuah Masa



Bisakah aq bertanya..?
Entah pd siapa itu..
Apa arti menunggu itu..?
Saat aq merasa telah lelah..
Aq slalu berpikir mungkin ini saatnya aq harus beranjak pergi..
Apa arti menunggu itu..?
Terdiam menanti mati tanpamu..
Atau tetap mengharapkanmu kembali walau pun entah kapan itu..
Lalu apa arti sejauh ini..?
Bisakah kau mengerti serasa apa aq menunggu..
Tp aq tak tahu mengapa sesanggup itu lakukan..
Apa karna terlalu mencintaimu..
Hingga kukorbankan banyak waktu'q hanya untukmu..
Memang bukan kau yang meminta'q menunggu..
Tapi hati ku.. Keinginan ku.,
Yang mau ini semua..
Sebodohnya seseorang takkan mau sepertiku..
Yang menyianyiakan waktu tanpa ada kepastian..
Mengkhawatirkanmu..
Mengapa masih kulakukan..
Padahal mngkin saja kau tak pernah mengkhawatirkan ku..
Ini adalah sebuah ungkapan agar kau mengerti..

Dalam Diam Ku Masih Merindu

Entah mengapa serasa jarak ku ukir begitu tebalnya, hingga kadang dalam diamku, ku merindukanmu...
Ku merindukan pelukan dan jabatan erat dari tanganmu...
Masihkah ku harus terdiam dalam kebekuanku??
Dan masih dalam diam nyatanya aku merindukanmu
Merindukan sapaan hangat penuh cinta itu...
Tapi begitulah, ku hanya mampu merindukanmu saja
Masih ingat dalam lorong itu...
Ku hanya  membeku seolah tak melihatmu...
Kau tahu kenapa?
Karena sedang ku seka air mataku saat melihatmu, dan bertanya dalam hati
Begitu bekunya kah hati ini terhadapmu?
Saat urai senyumku yang tak dapat ku ketahui laksana apa
Ketika berjumpa denganmu...
Ku hanya berlalu seolah tak ada haru dalam hatiku...
Tapi, ku hanya mampu bertahan selangkah dalam dingin itu...
Dibalik tirai itu, ku tak mengerti apa yang membanjiri pipi
Dalam diam ini, ku masih merindukanmu..
Entah apakah itu namanya??
Ku hanya tak mampu mengatakannya di hadapanmu :')

Tentang Rasa Sejujurnya

Ketika aku selalu mencoba dalam tatapan matamu.
Meskipun terkadang kau mengelak.
Berkelit, dari pandangan mata ku ini
Tapi aku tau kau mampu rasakan isyarat mataku tentang rindu yang selalu menggebu gebu
Aku tau masih terselip rindu disana :)
Yang belum sempat tersampaikan
Mungkin waktu yang belum tepat dan Tuhan yang belum mengizinkan?
Menunggu masa hening itu terkelupas, seiring berjalannya waktu
Dan lisan ini yang belum berani berkata meskipun satu kalimat pun :')
Saat keramaian canda tawa mengelilingi pendengaranku
Hatiku menjerit berteriak dalam relung hati terdalam "Kenapa aku masih saja merasa kesepian?"
Seketika air mata menetes begitu saja, tanpa memperhatikan yang terlintas
Mungkin batin ini sudah tak bisa bertahan
Kecemburuan yang selalu datang menerpa, seolah menggerogoti jiwa yang hampir mati
Terlamunkan mengingat senyum yang dulu selalu kau tunjukkan agar sedihku sirna
Cara terampuh mengembangkan senyum di bibir ini
Baru pagi ini aku benar benar merasa lega tersenyum melihatmu tertawa lepas di ambang pintu itu
Mungkin perasaan cemburu itu menusuki hatimu juga
Yang tanpa sengaja ku perbuat, tapi apakah itu pertanda dari Tuhan agar aku percaya masih sangat menyayangiku
Aku terlalu ragu dan logikaku berkata kepada mereka "Aku tu ga butuh dia lagi saat ini!!" Tapi nanti saatnya dan sampai maut memisahkan :') itu cuma angan
Namun jadi apapun kamu dihidupku, kamu mempunya porsi tersendiri dihati ini, cerita yang tak akan lengkang oleh waktu