Minggu, 07 Desember 2014

Cinta Tak Kemana-Mana

Pagi ini aku menyusuri jalan kesekolah bersama lelaki yang telah membesarkanku dan menafkahiku yaitu ayahku, ia menemaniku sampai gerbang sekolah.
Seketika aku berpamitan dengan senyum lebar dibibirku dan memasuki sekolahku.
Ruang kelaspun masih kosong aku beranjak keluar mencari sejuta canda tawa.
Aku kembali memasuki ruang kelas ku, disana aku belajar banyak hal :)
Wawasan luas dan pengalaman yang akan ku dapatkan dibangku sekolah menengah pertama dikelas dua ini
Aku keluar diambang pintu, ingin sekali aku masuki ruangan penuh tulisan dan wacana
Ruangan tenang dengan buku-buku tertata rapi dirak nya masing-masing.
Yakk!! aku bergegas kesana aku mendapati seorang lelaki tampang tengah memandangku
Seketika aku menjauh darinya.
Tapi ia memberiku senyum termanis yang membangunkan relung hati yang hampir mati ini...
Aku pun bergegas mengambil buku.
Ku jalani dengan sepenuh hati tugas yang ibu bapak guru beri
Aku mendapati ia dilorong kecil bawah tangga sekolah
Hmm... ia tepat dibelakangku, ingin ku menyapanya, karena beberapa kali ku coba tak pernah berhasil naas sekali malang nasibku ini aku pun tak berhasil menyapa nama indahnya itu,
Tapi aku tak kan berhenti mencoba
Ku lihat ia bersama gadis lain yang ku dengar angin menyampaikan.
Ia yang akan gantikan posisiku dalam jiwa lelaki tadi, mustahil bagiku, tak mungkin lelaki itu ingkar
Mungkin hanya gadis itu yang mencoba membuat ku terbakar api cemburu
Namun, aku tak bisa berbohong, hancur memang perasaanku
Tapi aku melewati mereka dengan gembira seolah tak ada apa-apa pada hatiku yang baru saja retak
Karena aku telah dapat senyum termanis itu yang dulu hampir tak lagi ku lihat dari lelaki itu.


Bel pulang pun berbunyi aku bergegas pulang dengan sepasang sepatu yang menemani derap langkahku menemani kesunyian ditelingaku
Aku berjalan sendiri, tiba-tiba anak kecil menemani langkahku
Ia ku bimbing pulang kerumahnya
Hati ini seperti ingin mengejar sesuatu bergegas dengan langakh cepat entah kenapa?
Ternyata jauh tepat didepan sana. Lelaki itu lagi lelaki yang tersenyum manis kepadaku seolah tak ada haru yang menghampiri hatinya saat dulu perpisahan tiba, seolah tak ada rasa takut memandangku, dan ku pikir dia sudah punya yang lain, ternyata Allah Swt masih memperkenankan aku dan dia bertemu tanpa terhalanng duri-duri menyakitkan :)

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda