Tentang Rasa Sejujurnya
Ketika aku selalu mencoba dalam tatapan matamu.
Meskipun terkadang kau mengelak.
Berkelit, dari pandangan mata ku ini
Tapi aku tau kau mampu rasakan isyarat mataku tentang rindu yang selalu menggebu gebu
Aku tau masih terselip rindu disana :)
Yang belum sempat tersampaikan
Mungkin waktu yang belum tepat dan Tuhan yang belum mengizinkan?
Menunggu masa hening itu terkelupas, seiring berjalannya waktu
Dan lisan ini yang belum berani berkata meskipun satu kalimat pun :')
Saat keramaian canda tawa mengelilingi pendengaranku
Hatiku menjerit berteriak dalam relung hati terdalam "Kenapa aku masih saja merasa kesepian?"
Seketika air mata menetes begitu saja, tanpa memperhatikan yang terlintas
Mungkin batin ini sudah tak bisa bertahan
Kecemburuan yang selalu datang menerpa, seolah menggerogoti jiwa yang hampir mati
Terlamunkan mengingat senyum yang dulu selalu kau tunjukkan agar sedihku sirna
Cara terampuh mengembangkan senyum di bibir ini
Baru pagi ini aku benar benar merasa lega tersenyum melihatmu tertawa lepas di ambang pintu itu
Mungkin perasaan cemburu itu menusuki hatimu juga
Yang tanpa sengaja ku perbuat, tapi apakah itu pertanda dari Tuhan agar aku percaya masih sangat menyayangiku
Aku terlalu ragu dan logikaku berkata kepada mereka "Aku tu ga butuh dia lagi saat ini!!" Tapi nanti saatnya dan sampai maut memisahkan :') itu cuma angan
Namun jadi apapun kamu dihidupku, kamu mempunya porsi tersendiri dihati ini, cerita yang tak akan lengkang oleh waktu

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda