Rabu, 31 Desember 2014


Minggu, 07 Desember 2014

~MERINDUKANMU dibalik DIAM~




Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Tanpa banyak kata yg membalut kebohongan belaka
Aku memang tak pandai merangkai kata romantic
Selayaknya orang yg sedang jatuh cinta

Dan aku tak berani berjanji untuk mencintaimu sepenuhnya
Namun aku berjanji akan belajar setia
Agar dapat mencintaimu selamanya

Aku mencintaimu
Senyaman langkah kakiku
Meski sempat kesandung rindu dan cemburu
Ku kan tetap datang padamu
Karna kau pemilik hati dan perasaanku

Aku tau mencintai tidaklah dosa
Semoga allah tidak melarang kita untuk saling merindukan
Walau hanya sebatas diam

Salam santunku,,,

Cinta Tak Kemana-Mana

Pagi ini aku menyusuri jalan kesekolah bersama lelaki yang telah membesarkanku dan menafkahiku yaitu ayahku, ia menemaniku sampai gerbang sekolah.
Seketika aku berpamitan dengan senyum lebar dibibirku dan memasuki sekolahku.
Ruang kelaspun masih kosong aku beranjak keluar mencari sejuta canda tawa.
Aku kembali memasuki ruang kelas ku, disana aku belajar banyak hal :)
Wawasan luas dan pengalaman yang akan ku dapatkan dibangku sekolah menengah pertama dikelas dua ini
Aku keluar diambang pintu, ingin sekali aku masuki ruangan penuh tulisan dan wacana
Ruangan tenang dengan buku-buku tertata rapi dirak nya masing-masing.
Yakk!! aku bergegas kesana aku mendapati seorang lelaki tampang tengah memandangku
Seketika aku menjauh darinya.
Tapi ia memberiku senyum termanis yang membangunkan relung hati yang hampir mati ini...
Aku pun bergegas mengambil buku.
Ku jalani dengan sepenuh hati tugas yang ibu bapak guru beri
Aku mendapati ia dilorong kecil bawah tangga sekolah
Hmm... ia tepat dibelakangku, ingin ku menyapanya, karena beberapa kali ku coba tak pernah berhasil naas sekali malang nasibku ini aku pun tak berhasil menyapa nama indahnya itu,
Tapi aku tak kan berhenti mencoba
Ku lihat ia bersama gadis lain yang ku dengar angin menyampaikan.
Ia yang akan gantikan posisiku dalam jiwa lelaki tadi, mustahil bagiku, tak mungkin lelaki itu ingkar
Mungkin hanya gadis itu yang mencoba membuat ku terbakar api cemburu
Namun, aku tak bisa berbohong, hancur memang perasaanku
Tapi aku melewati mereka dengan gembira seolah tak ada apa-apa pada hatiku yang baru saja retak
Karena aku telah dapat senyum termanis itu yang dulu hampir tak lagi ku lihat dari lelaki itu.


Bel pulang pun berbunyi aku bergegas pulang dengan sepasang sepatu yang menemani derap langkahku menemani kesunyian ditelingaku
Aku berjalan sendiri, tiba-tiba anak kecil menemani langkahku
Ia ku bimbing pulang kerumahnya
Hati ini seperti ingin mengejar sesuatu bergegas dengan langakh cepat entah kenapa?
Ternyata jauh tepat didepan sana. Lelaki itu lagi lelaki yang tersenyum manis kepadaku seolah tak ada haru yang menghampiri hatinya saat dulu perpisahan tiba, seolah tak ada rasa takut memandangku, dan ku pikir dia sudah punya yang lain, ternyata Allah Swt masih memperkenankan aku dan dia bertemu tanpa terhalanng duri-duri menyakitkan :)

Selasa, 02 Desember 2014

Mengikhlaskanmu Dalam Cintanya

Kejujursn yang keluar dari lisanku ini mungkin pernah melukai hati kecilmu
Tapi tak semudah itu menutupi rasa yang pernah hadir, dihatiku ini kepada lelaki itu sekian lamanya.
Rasa itu selalu coba kupadamkan demi dirimu sahabat
Tapi terkadang rasa itu kembali membara menyala menerangi hatiku kembali
Dan terkadang rasa itu menyambar layaknya api yang melukai hatiku
Bertahun-tahun ku kubur dalam-dalam.
Cerita itu tak ku gali kembali kembali kawan
Namun apa yang terjadi cerita itu pecah dan keluar kembali menyembur menghampiri
Hingga menuntutku menjauh dari rasa yang telah ku jaga dan ku pendam sekian lamanya.
Menguburnya lebih dalam lagi...
Karena aku sadar dan aku tak tergiur oleh cintanya
Karena aku tau sekeping rasa itu padaku pun hampir lenyap.
Karena di dalam lubuh hatinya tersimpan cintamu. Cinta Kalian

26 Juni 2014

Ketika hati terlalu banyak bicara tentang kamu...
Ada banyak hal yang membuat mata perih dan berair sendiri.
Disaat aku disudutkan untuk mengikhlaskan.
Ada banyak ribuan kata tanya.
Mengapa?? Semua terasa kembali ke awal lagi...
Menjadi NOL dan mengulang kembali.
Terlalu banyak perasaan yang menekan batin.
Terlalu sering rindu meneteskan air mata.
Bahkan terlalu perih untuk menahan semuanya
Hanya TUHAN yang maha tau...
Hanya DIA yang paling mengerti...

Senin, 01 Desember 2014

Mencintaimu

Sejak saat bersamamu aku mengerti bagaimana rasanya mencintai yang benar-benar pakai hati
Semenjak bersamamu segalanya terasa dekat. Dan ketika cinta itu hilang dari hatimu. Aku merasa roh ku  kau ambil pergi dari raga ini. Aku merasa ada yang hilang pergi entah kemana, aku masih melukiskanmu dalan hati. Melukiskan kisahmu yang tak pernah usai...
Tentang keindahan... rindu yang kekal.
Bagaimana lelahnya aku melupakan rasa sakit yang menjadi untaian kata, dan tentang air mata

Cinta Yang Diambang Kehancuran

Tuhan kini hanya secercah harapan yang kumiliki, demi segenggam cinta.
Merelakannya pergi atau mempertahankan cinta yang berada diambang jurang kehancuran ini...
Tuhan kuatkanlah hatiku, bukakanlah pintu hatinya, agar ia tau bahwa saat ini aku sungguh mencintainya, meski harus dihiasi isak tangis disetiap malamku...
Mengingat sikap dan tingkah lakunya yang berubah drastis
Tuhan sampai kapan ku harus diam? Aku tak tega menghardiknya... Karena kasihan atau cinta??
Tuhan apakah aku harus mengalah dan terus menerus diam, dan selalu menjaga hatinya, agar ia tak terluka
Tapi bagaimana perasaanku? Bagaimana dengan hatiku yang kini rapuh?
Apakah dia juga menjaga hatiku? Kadang ku bertekad aku akan ikhlas melepasnya pergi suatu saat nanti,
Tapi aku sadar ku terlalu mencintainya, disetiap malam ia yang selalu kurindukan.

Meski untuk tersenyumpun aku berdusta dihadapanmu, karena sesungguhnya hati ini menangis =')

Senyum Tulus Darimu

Pagi ini ku bergegas berangkat sekolah, di sekolah menengah pertama negeri favorit disalah satu kota di Indonesia tepatnya dipulau Jawa Tengah, 15 Juli 2014 adalah hari pertama ku masuk ke SMP, aku dapat kelas paling akhir dilantai atas, ketika istirahat aku mendapati sahabatku sesekolah dasar yang masuk SMP yang sama denganku, ternyata kelas kita berdekatan, ia bersama seorang lelaki tampan, pandangannya setia kepada salah satu bangunan, ia tampak gagah dan rupawan dengan batik orange, sedangkan aku dan sahabatku mengenakan batik biru putih yang senada, pandanganku tak lepas dari lelaki berbatik orange tersebut, aku pernah melihatnya, aku merasa aneh karena merasa telah mengenalnya lama sekali. Padahal aku baru saja bertatapan mata dengannya, dengan sigap ku memanggilnya entahlah siapa namanya aku ingin sekali mendengar suaranya "Hey!" hanya sepatah kata yang ku ucapkan ditengah keramaian dengan cepat dia menoleh ke arahku, semakin jelas ku melihat wajah rupawannya. dan aku berkata dengan percaya diri, "Apakah kau mengenalku? *ku sebut nama lengkap ku*, dia terhentak kemudian terdiam, ketika dia akan mengucapkan sesuatu, aku memotongnya dan melihat nama dadanya ku dapati nama tersebut. Aku berkata padanya aku pernah mengenalmu melalui pesan singkat, "Tunggu dulu, pesan singkat? sms apa yang ku kirimkan padamu?"(tanyanya dengan heran), "Kau yang sms aku terlebih dahulu dan kau cukup mengenalku, begitu juga aku" (jawabku), dan lelaki itu berkata "Ooh yaa aku ingat kau pacar sahabatku", "Apa sahabatmu siapa?"(aku terkejut mendengarnya), disebutlah nama lelaki yang ia kira pacarku, dan aku hanya tertawa geli dan menegaskan padanya "Hey, aku ini tak pernah menjadi pacarnya sedetik pun", dia terheran dan berkata "Sahabatku memberiku nomermu,dan ia bilang kau adalah pacarnya", aku membantah lalu aku bertanya bahwa namanya itu cuma satu-satunya di sekolah dasarnya atau tidak. Dia bilang hanya aku lah yang bernama (ia sebut namanya), dan dia bilang ternyata kau benar-benar (ia sebut namaku) dan kami akhirnya bercanda gurau, layaknya sahabat karib, singkat saja aku mulai jatuh hati padanya, dan aku pun mendapatkan nomer hp nya, dan setiap malam hp ku selalu penuh sms nya, dia menjadi sahabatku masa itu, baru kali ini ku temukan lelaki yang menyambahi ruang hatiku, dia berbeda dia sangat istimewa, kami lalui suka duka bersama, dan ketika aku menangis dia mengajariku tersenyum, tidak senyum biasa, dia lelaki pertama dari sekian lelaki yang ku jumpai yang benar-benar mengajari tersenyum dengan tulus, dengan kelegaan hati, yang bisa membuatku tenang apalagi ketika memandangnya tersenyum, sedih ku pun hilang seketika sampai sekarang obat luka hati ketika aku jauh dari cengkrama keluarga yang paling subhanallah cuma memandang fotonya yang tersenyum ataupun melihatnya tertawa bahagia, dan tersenyum tulus dengan nyata diatas bumi dibawah langit ini. SubhanaAllah =)